Apakah Benar Bandar Menguasai Pasar Saham?

Lumayan kepikiran sih bagi saya yang masih pemula melihat banyak pembahasan bahwa pasar saham di Indonesia masih dikuasai oleh para bandar investor besar (65%).

Intinya mereka adalah investor yang bisa mengendalikan naik turunnya harga saham di bursa.

Meskipun saya masih pemula, namun selalu berusaha menganalisa pergerakan nilai saham terutama yang kategori Blue chip dan memang saham dari perusahaan yang layak dibeli untuk investasi jangka panjang.

Saya ga memaksa diri untuk masuk ke ranah trading yang mengajarkan Taking Profit dan Stop Loss. Lumayan belajar kebal mengalami kerugian “nilai saham turun” kayak kejadian saham Japfa beli di harga 2000 an terjun bebas sampai ke 1400.

Baca juga; Analisa Saham Japfa dan Ultrajaya untuk Investasi Jangka Panjang

Tapi tenang saja saya mau keep 2-5 tahun atau bahkan sampai kelak pensiun dan diwariskan kalau perusahan tersebut masih bagus. Artinya harga turun hanya nilai saja selama gak saya jual atau istilah trader stop loss, saya ga terhitung rugi, yakin saham perusahaan bisa naik.

Apakah PER Rendah Deviden Tinggi Masih Dianggap Bagus?

Bagi yang tahu saham PTBA (Bukit Asam) dan RALS (Ramayana) yang terus turun nilainya? kedua saham tersebut termasuk yang PER  masih rendah normal dan deviden diatas 3%.

Bagi saya yang pemula melihat PER rendah dibawah 15 dengan deviden bagus, plus melihat internal Perusahaan yang kuat sudah cukup meyakinkan bagi saya untuk membeli sahamnya ketika harganya sedang turun.

Hampir 3 bulan PTBA nilainya segitu-gitu saja dan gak mau kembali ke harga asalnya yang tinggi sebelumnya.

Semacam bandar sedang memainkan perasaan para investor pemula yang hanya berlandaskan “beli saham blue chip saat harganya rendah” eh sudah beli malah ditururunkan lagi dan gak naik-naik.

Ketika Saham ERAA Terbang Tinggi

Bukti lagi analisa saya nahwa bandar sedang memainkan pemula yaitu di saham ERAA dari harga 1000 diterbangkan hingga 2100 dalam waktu singkat, dengan PER yang masih rendah diangka 12

Pemula pasti blink blink lihat prosek Erajaya diamana peritel smartphone nomer 1 di Indonesia, ditambah isu positifnya di segmen ritel.

Nyatanya turun lagi, mungkin saat naik para pemula pada khilaf beli ERAA pas udah pada niat beli di harga sudah diatas 1700, bandar yang sudah nerbangin saat harga 1000 langsung obral jual, turun lagi.

Gitu aja terus memainkan para pemula, cuma opini bisa salah juga opini saya

Galau gak sih?

Galau pasti ada, namun kembali lagi kepada masing-masing tujuan kita, yaitu mau memutar uang trading di saham atau memang mau investasi jangka panjang dan yakin dengan Perusahaan nya.

Jika kita hanya ingin memutar uang di saham, atau trading untuk mendapatkan keuntungan, maka cut loss dan menaruh ke saham lain yang prospek naik tinggi bisa menjadi pilihan.

Namun saya pribadi dimana lebih memilih investasi jangka panjang dan yakin dengan Perusahaanya, ya bodo amat dengan bandar yang sengaja mainin harga.

Selama Perusahaan yang saya beli sahamnya baik-baik saja, naik turun harga saya anggap memang karena kelakuan bandar trading buat gembleng para trading pemula biar galau, dan pastinya mereka tahu cara cari cuan di bursa saham 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s