5 Tips Rahasia dalam Komunikasi Pemasaran Online


Marketing, telemarketing, sales, atau CRM (Costumer Relation Management) semua yang berperan melayani customer terutama dari pemasaran online, mungkin tips ini bisa bermanfaat. Kita yang berperan melakukan komunikasi langsung dengan customer sebagai bagian dari andalan marketing, karena kita menjadi penentu closing dan pintu masuknya uang bagi sebuah perusahaan.

Siapa yang akan menerima kontak, email, chatting, atau telepon? iya itulah pekerjaan kita sebagai ahli negosiasi dan komunikasi dengan customer.

Era online sudah berbeda dengan jaman dahulu dimana telepon masih sangat disegani daripada sms, sekarang ada fitur chatting dan email.


1. Menghargai Waktu Customer

Hal yang paling krusial dan sering menjadi masalah ketika kita tidak menghargai waktu. Seringkali saat menghubungi customer, berpikirkah jika kita mungkin sedang mengganggu waktu mereka, bagaimana kalau mereka sedang meeting, sedang sibuk kerja? atau kita memang tidak peduli karena yang penting melaksanakan pekerjaan?

Inilah sebabnya para sales marketing yang suka menelpon tanpa meminta izin imagenya semakin jelek, kurang paham bagaimana menghargai waktu customer. Sekarang sudah ada teknologi whatsapp dan email yang bisa kita gunakan untuk ijin menyampaikan produk. Anda bisa mendapatkan email dan whatsapp calon customer melalui teknik digital marketing

Pesan text jauh lebih menghargai waktu klien, karena calon customer bebas mau membaca kapan saja, sedangkan  telepon mau tidak mau mereka harus meluangkan waktu untuk mendengarkan kita.

Jadi pahamilah bagaimana agar customer dengan rela bahkan senang hati memberikan waktu kita untuk menyampaikan produk.


2. Komitmen Memberikan Kepastian

Pastikan kapan kita bisa fast respon saat berkomunikasi baik telepon atau via chatting. Perusahaan besar sudah menerapkan 24 jam dengan shift pegawai untuk memberikan kepastian komunikasi. Atau menetapkan pada saat office hours saja dimana harus siap cepat tanggap dalam komunikasi.

Kepastian itu sesuatu yang bisa diukur seperti: jika ditanya kapan, jawabanya dengan hari, tanggal, jam atau berapa hari, berapa minggu atau bulan.

Contoh kasus:
Klien: “kira-kira akan jadi berapa hari ya pesanan saya?
Marketing: “tenang saja pak akan kami usahakan selesai secepatnya”

Ini jawaban yang sepertinya baik tetapi justru kurang tepat. Klien tidak tanya soal cepat atau lambat tetapi berapa hari. Orang sudah sering menerima janji palsu, secara naluri mereka sudah memfilter itu, sehingga kepastianlah yang harus kita utamakan.


3. Sebaiknya Jangan Banggakan Produk 

Aneh ya sepertinya, ini adalah rahasia yang jarang orang mengerti dan sulit untuk diterapkan. Lalu kenapa sebaiknya tidak membanggakan produk?

Diatas langit masih ada langit, kemungkinan pasti kita punya kompetitor dengan produk yang sama, dan mungkin lebih baik dari produk kita, terutama dalam segi harga. Lalu bagaimana jika customer sudah tahu ada yang lebih baik dari produk kita? sulit bukan?

Ketika pada posisi seperti ini, kita akan semakin sulit melihat persaingan produk, adu bagus dan perang harga. Jadi cobalah bersabar untuk tidak membanggakan produk.


4. Sesuaikan Kebutuhan Klien dengan Produk Kita

Setelah bisa tenang tidak membanggakan produk, kita akan lebih bisa mencari tahu apa sih keinginan customer, apa sih yang mereka butuhkan? cocokan dengan produk kita

Pasti sering ke mall, sebagai contoh di toko sepatu atau baju. Sales yang ahli tidak mungkin membicarakan tentang: produk ini spesial, keluaran terbaru, harganya lagi diskon, modelnya kekinian dan bla bla bla

Mereka akan tanya: pak/bu silahkan dipilih mungkin bisa kami bantu mencarikan ukuran yang sesuai?

Nah, biasanya customer dengan spontan minta tolong dicarikan, ketika dapat ukuran yang pas dengan baju atau sepatu pilihanya, kira-kira terjual tidak? 99% pasti deal. Sama juga bisa diterapkan di pemasaran online, bantulah kebutuhan mereka, jangan banggakan produk kita


5. Buatlah Customer yang Memutuskan Pilihan

Banyak sales marketing yang salah dalam menyampaikan pesan online, wajar karena rasa ingin bisa mendapatkan penjualan. Ada dua tipe yang bisa menjadi indikasi siapa yang menjadi penentu

A. Saat sales banyak menyampaikan tentang produk, semua kelebihan dan keunggulan disampaikan seperti tidak ada produk lain yang lebih baik, dan klien hanya bisa mengiyakan produknya. Ini indikasi sales yang menentukan terjadinya transaksi

B. Saat customer banyak menyampaikan pertanyaan dan produk kita menjawab pertanyaan mereka. Usahakan agar bisa membuka pertanyaaan dan keinginan dari customer, kemudian beri mereka kebebasan untuk menentukan pilihannya. Ketika semua pertanyaan terjawab jelas, maka sudah terlihat produk kita cocok atau tidak untuk mereka.

By: Alifan (Digital Marketing Enthusiast)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s