Tahap-Tahap Meraih Kebebasan Financial yang Harus Ku Lakukan

Alhamdulillah rasa syukur yang pertama harus aku rasakan karena bisa mendapat pengetahuan ini, dimana banyak sekali orang-orang diluar sana kurang mengerti bahkan “bodo amat”. Kata “financial freedom” atau kebebesan financial ini sering terdengar atau terbaca namun jika orang nya belum mendapat petunjuk belum mau kesana, bahkan belajar pun tidak. Tahap-tahap meraih financial freedom ini sangat sulit jika saya tidak benar-benar komitmen. 

Rezeki sudah ada yang mengatur

Dengan dalih rezeki ada yang mengatur sering menjadikan orang kurang peduli dengan masalah keuangan

Bahwasannya rezeki dan uang itu dua hal yang berbeda. Kebebasan financial lebih fokus pada uang bukan rezeki. Allah sangat adil masalah rezeki, akan saya sampaikan perbedaan nya

Rezeki adalah hal yang benar-benar bisa dinikmati manusia seperti merasakan nikmatnya makan, orang punya banyak uang belum tentu bisa menikmati makan karena sakit, bahkan sering banyak halangan tidak boleh makan ini itu.

Rezeki ketika bisa mudah tidur nyenyak setiap malam tanpa harus sulit  tidur karena banyak pikiran dan kekhawatiran. Perasaan tenang dan sabar ini juga rezeki karena banyak orang kaya yang stress.

Rezeki sehat dan cinta yang tidak ternilai harganya.

Rezeki iman dan taqwa yang menjadikan orang lebih sabar dan selalu bersyukur

Rezeki waktu luang yang bisa digunakan untuk menikmati hidup


Balik ke Tahap-Tahap Kebebasan Financial
Ketika punya banyak uang hidup kita lebih bermartabat, lebih banyak sedekah, lebih tenang karena tidak punya hutang, mudah membiaya keluarga, anak-anak dan lain sebagainya. Kenyataan hanya sedikit orang yang berusaha mencapai kebebasan financial karena tidak tahu bagimana tahapan meraihnya.

Saya sendiri tahu dari mentor-mentor seperti Miss Merry Riana dan Pak Chandra Putra Negara, berikut tahapan yang harus dilalui untuk mencapai Financial Freedom

1. Financial yang Kacau

Tahapan dimana saat financial saya sangat tidak jelas. Kadang penghasilan kurang, kadang lebih, dan masih punya hutang sana-sini. Jika tidak bekerja akan kebingungan bagaimana biaya untuk hidup.

2. Tidak Punya Hutang Sama Sekali

Kebiasaan hutang sudah menjadi hal umum, untuk beli gadget, fashion, mobil dan hal-hal yang kurang tepat tidak memperhitungkan faktor kebutuhan apalagi sekedar untuk gengsi.

Tahap kedua yang harus dilewati adalah tidak punya hutang sama sekali. Sudah umum gara-gara para Bank dan pinjaman selalu memberi iming-iming bagi para pegawai untuk pembiayaan, ini yang sering jadi masalah. Jika saya sudah tidak punya hutang sama sekali berarti sudah melewati tahap kedua.

3. Punya Tabungan untuk Hidup Selama 6 Bulan

Diibaratkan jika saya nganggur selama 6 bulan masih bisa hidup tenang. Jadi harus dimulai ketat menabung untuk setidaknya punya uang senilai 6 bulan untuk hidup. Jadi saya akan punya perasaan yang lebih tenang, bukan berarti jika sudah punya terus santai-santai. Tetap bekerja untuk menambah tabungan 6 bulan ini supaya semakin tenang.

Tabungan ini tidak boleh diotak-atik untuk apapaun, ini adalah uang keamaan sebagai modal rasa percaya diri dan merasa aman dari financial. 

Saving money terus dilakukan rutin jika sudah berhasil 6 bulan, bisa dialokasin misalkan 5-10 persen dari penghasilan.

4. Financial Fleksibel
Kelebihan penghasilan dari kerja atau usaha setelah untuk memenuhi kebutuhan pokok sudah bisa fleksibel mau untuk apa, tapi tentu tidak untuk berhutang. Ini yang sering jadi masalah, ketika merasa ada uang lebih tiap bulan nya gak sadar tiba-tiba berhutang. Kalau ini dilakukan akan balik lagi ke nomer 2.

Akan lebih baik kelebihan uang ini diputar, misalnya jika punya 5 juta bisa diputar supaya menjadi 6 juta, atau istilahnya untuk berbisnis atau investasi.

Jika diperlukan berhutang untuk investasi atau bisnis pun dari uang di tahap 4 ini tidak mengganggu uang tabungan di nomer 3 apalagi kembali ke nomer 2 atau 1.

Saya sudah mau ke Tahap Nomer 3

Belum sempurna 6 bulan, tapi Alhamdulillah ini sebagai motivasi diri, meskipun sebenarnya ini tabungan untuk biaya nikah tapi semoga kedepannya biaya nikah bisa dicapai dengan nomer 4. Saya tabung dalam bentu emas dan tidak mengendap di atm karena kalau di atm mudah menguap berapapun uang nya 😀

Bagaimana Caranya Punya Rumah dan Mobil?

Ini sangat umum sekali hampir semua orang Indonesia bahwa Rumah dan Mobil dijadikan landasan financial freedom, padahal bukan. Jika rumah dan mobil kredit menjadikan status kita tetap di nomer 2. Bayangkan jika nasib kurang baik tiba-tiba tidak bekerja maka rumah dan mobil bisa saja dijual untuk hidup.

Lihat kenyataannya banyak orang tidak mampu menjadi benar-benar kaya karena penghasilannya selalu digunakan untuk membayar cicilan. Berbeda jika kelebihan penghasilan nya untuk diputar untuk bisnis tentu dari yang sedikit lama-lama banyak bisa untuk membeli rumah dan mobil cash maupun kredit dengan cara tahap 4.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s