Mengenal Investasi: Rumah, Emas atau Saham

Sebenarnya sudah dua tahun yang lalu saya memikirkan tentang investasi itu penting untuk jangka panjang. Jenis-jenis investasai itu apa saja juga sudah sedikit tahu, namun 2 tahun lalu belum mendapat informasi yang benar-benar tepat. Saya paling cenderung dengan investasi rumah.

Wajar karena keluarga dan saudara tahunya investasi yang bagus itu rumah dan tanah. Lucunya selama 2 tahun ini meski saya pelajari tak kunjung bisa mencicipi sedikitpun. Ya karena terlalu mahal dan tergolong sangat sulit mencari yang sesuai dengan lokasi.

Setahun lalu justru saya banyak belajar tentang hakekat kerja, sedekah dan rezeki, saya sama sekali belum investasi bahkan menabung pun tidak. Nah baru satu bulan terakhir ini saya seperti mendapat cahaya cerah bagaimana saya bisa investasi.

Emas dan Saham, dua jenis inilah yang tepat untuk keuangan saya saat ini. Berlandasan pada investasi rumah yang pada umumnya orang melakukan kpr 10-15 tahun, pengalaman kakak saya, maka saya juga akan niat investasi 10-15 tahun.

Ternyata sangat tepat karena memang keduanya akan sangat terasa jika dilakukan diatas 5 tahun. Saya tidak akan banyak menjelaskan tentang emas dan saham karena tentu sangat panjang sekali dan sudah sangat mudah kita cari informasinya.

Investasi Melawan Inflasi

Inflasi adalah penurunan nilai uang dibandingkan produk dan jasa. Jika 5 tahun lalu cukup Rp 2000 bisa membeli mie instan, maka sekarang Rp 2000 sudah tidak bisa membeli mie instan, itulah inflasi.

Inflasi sendiri atau penurunan nilai uang adalah 5-6% setiap tahun sedangkan emas naik sekitar 7-8 % setiap tahun. Artinya selain kita save money juga, bisa untung 1-2%.

Saya Tidak Suka Menabung Uang

Perasaan dari dulu enggan menabung uang ini benar adanya. Sekarang terbukti pengetahuan saya bahwa menabung uang yang hanya mendapatkan bunga 2% belum biaya administrasi, sedangkan inflasi 6%, artinya jika ditabung dalam bentuk uang maka malah akan rugi.

Investasi Saham

Saham memang sedikit rumit, butuh pengetahuan dan kesiapan. Saat ini pada kebanyakan orang belum berani karena resiko memang tinggi. Saham keuntungan nya bisa mencapai 10% -50%, diatas investasi jenis apapun, namun juga resiko kerugiannya.

Pemilik saham berapapun nilainya berarti sudah mempunyai perushaan tersebut, sehingga jika perusahaan laba maka ikut untung, jika rugi maka ikut rugi pula.

Bursa saham memerlukan analisa yang baik, saya sendiri sangat serius untuk memulai dengan menggunakan data-data perusahaan yang akan saya pilih. Sangat banyak aspeknya tidak bisa dijelaskan satu-satu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s