Mengapa Negara Islam Selalu Perang dan Kapan Menang?

perang-IslamPelestina, Suriah, Yaman, Mesir, Libya, Iran terus saja terdengar konflik, peperangan, darah dan penderitaan. Saya sebagai muslim tak mau jika tidak peduli dengan kondisi umat muslim yang sedang terjadi. Kadang saya berfikir apakah ada yang salah dari umat Islam? dari sinilah saya terus melihat, membaca dan juga berfikir sebenarnya apa di balik itu.

“Perang” adalah kelebihan Umat Islam dan sekaligus menjadi kelemahan dimata Yahudi dan Nasrani

Kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang terhadap umat Islam, bahkan di kalangan orang Barat (yahudi dan Nasrani terus mempelajari Al Qur’an dan mencari kelemahan Islam dan mungkin salah satu yang ditemukan adalah “perang” Umat Islam sangat berani untuk maju perang.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
QS. al-Baqarah (2) : 120

Adu domba antar muslim, memicu peperangan, baik yang dimulai dari pasukan Israel, Amerika, Rusia dll selama mereka ga suka dengan Islam, itulah yang akan terus dilakukan kaum Yahudi dan Nasrani di daratan Timur Tengah dan Muslim Afrika. Mereka ga akan pernah berhenti untuk menekan titik kelemahan sekaligus kelebihan umat Islam ini.

Setiap muncul pemimpin hebat di salah satu Negara Timur Tengah pasti akan muncul konflik dan selalu ada campur tangan Barat di dalamnya.

Jika kurang percaya, coba lihat kira-kira darimana orang-orang Islam disana dengan mudahnya mendapatkan senjata berkualitas tinggi.

Ini siklusnya:
Timur tengah kaya minyak > Barat memicu konflik > Militan terpicu dan butuh Senjata > Barat menjual senjata dan ditukar dengan minyak (baik secara langsung maupun tak langsung/perantara)

Konflik peperangan akan terus dipicu, militan semakin muncul membutuhkan senjata, minyak bisa terus tersuplay ke orang-orang Yahudi di Amerika dan Eropa.

Ibaratnya Timur Tengah atau Umat Islam sudah dikucilkan dari kemajuan oleh para Yahudi dan Nasrani. Bagaimana bisa maju jika di negara mereka tidak tenang, tidak nyaman, selalu perang, anak-anak tertekan, perkembangan teknologi dipastikan terhambat. Secara tidak langsung pengucilan umat Islam sedang terjadi selama ini.

Back to History
Berapa abad Amerika Berkuasa? dari tahun 1700 – 1800 adalah kekuasan Kerajaan di Eropa dalam rangka perluasan Wilayah, dan Amerika mulai muncul di tahun perkiraan 1850 an. Berarti jika dihitung sampai sekarang baru akan 2 abad.

Lalu berapa Abad Islam berkuasa? kira-kira mulai abad 800 an hingga tahun 1400 an kekuasan Turki. Kekhalifahan Turki dalam sejarah termasuk yang berperan mengirim utusan dakwah ke Asia-Indonesia. Jadi selama 6 Abad Islam sudah berkuasa. Jadi Amerika dan sekutunya baru 1/3 Abad dari Islam, ini hanya opini jika melihat sejarah.

Umat Islam akan datang kembali dan Menang

“Kalian akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kalian dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kalian akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. ….” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Berdasarkan hadist diatas, siapa kamu Rum? dari berbagai Ulama mengartikan Rum dalah Rimawi, tetapi secara luas saat ini bisa diartikan Rum adalah bangsa Eropa.

Saat ini bisa dilihat banyak imigran Timur Tengah yang diterima di Eropa, mereka bisa hidup damai di Sana, salah satu contoh adalah imigran Suriah diterima di German. German adalah negara dengan kemajuan intelektual dan teknologi terbaik di Eropa saat ini. German punya sejarah negara pembantai kaum yahudi dimasa Hitler meskipun tak ada hubungannya dengan Islam.

Tak hanya di German banyak umat Islam juga berada di Inggris, Swiss dan Prancis. Ini menjadi momentum bagus dimana perlahan warga muslim disana akan mempunyai kemajuan dan mempunyai peran di Eropa. Terbukti saat ini terpilih Walikota London dipimpin oleh orang Islam, Sadiq Khan.

Kapan Perang dan Konflik di Timur Tengah Berhenti?

Sampai saat ini masih sangat sulit, kita tahu dunia masih ditangan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin PBB. Tak bisa dipungkiri meskipun PBB sekalipun tak bisa berbuat banyak.

Bagaimana dengan Saudi Arabia sebagai umat Islam terbesar. Saya berpikir sekarang pun Saudi Arab berada di bawah kendali AS dan China khususnya secara infrastruktur dan ekonomi. Darimana Arab mendapatkan bahan-bahan infrastruktur untuk menjalankan roda aktifitas paling sibuk di daratan Timur Tengah ini jika tidak dari 2 negara adidaya tersebut.

Jadi jawabannya jika sudah ada negara kuat yang dipimpin oleh orang Islam yang nanti diprediksi muncul dari dataran Eropa yang mampu ikut mengendalikan peradaban dunia. Ini masih proses akan berabad-abad lamanya

Islam akan memenangkan peperangan jika sudah mempunyai kehebatan intelektual, teknologi, ekonomi dan politik di peradaban dunia. Bukan hanya nekad bermodal kata Jihad.

Bukannya Allah diam tak mau membantu umat Islam saat ini, tetapi Dia tak mau melihat manusia-manusia terhebat Nya (Islam) cuma manja mengandalkan doa.

Tragis jika umat Islam di Indonesia tak peduli
Jangan merasa beriman dan muslim jika tak peduli dengan kondisi peradaban umat muslim di Dunia. Nabi Muhammad dan Islam muncul dan berjaya dari Arab, Syam, Persia yang kemudian bisa sampai ke seluruh penjuru dunia. Lalu sekarang saat disana penuh penderitaan Islam, kita disini tak mau peduli,

“ah kita saja belum tentu benar dan masuk surga ngapain mikirin yang perang disana”

Ini kata-kata paling egois yang mungkin kita sendiri tak sadar mengatakannya meskipun dalam hati.

Muslim di Indonesia sangat enak dan nyaman hidupnya, jangan-jangan ini tanda tak ada cobaan dari Allah. Padahal banyak isi Al Qur’an untuk perintah berjihad/perang. Parahnya justru antar umat Islam di Indonesia sendiri saling caci dan perang hanya karena beda pendapat.

Tak ada campur tangan Yahudi dan Nasrani, tapi Muslim di Indonesia justru perang sendiri. Mencaci maki yang berbeda faham, memerangi warga non Islam yang menyenggol pun tidak, apalagi memerangi.  Ini sangat memalukan..!! Nabi SAW tidak mengajari seperti ini. Nabi berperang untuk melawan kaum kafir yang memerangi dan membahayakan umat Islam.

Bukan berarti harus ikut perang ke Palestina, malah mati konyol, tapi setidaknya mendoakan dan berperan untuk menyelamatkan kehidupan muslim disana. Alih-alih melakukan, jangan-jangan memikirkan saja enggan.

Allah tahu dan menilai hambanya yang khusuk beribadah dan peduli untuk berperan terhadap peradaban Islam Agama Allah, dibanding dengan orang Islam yang hanya sibuk berdoa dan beribadah untuk diri sendiri dan keluarganya saja. Siapa yang lebih baik berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai manusia yang hidup di muka Bumi.

Indonesia Amannnn..!!!
Saya memprediksi negara ini dalam keadaan sangat aman. Tapi mungkin keamanan di negara ini telah menina bobokan umat muslimnya.

Amerika, China, Jepang adalah 3 negara Adidaya saat ini menjaga Indonesia, karena Indoensia sebagai aset (tanaga kerja, ekonomi, sumberdaya alam) yang berbengaruh untuk negera mereka. Siapa yang berani mengusik Indonesia, 3 negara ini akan turun tangan.

Nah bagaimanakah dengan kita?

Advertisements

3 thoughts on “Mengapa Negara Islam Selalu Perang dan Kapan Menang?

  1. acip

    Ya tpi dri 3 negara yg melindungi indonesia,jika merusak lingkungan ,maka rusak pula negara kita meski pun teknologi canggih,krna alloh tdk menyukai orang2 yg melampaui batas,krna dunia adalah warisan yg hrs di jaga,contoh kecil aja lapindo

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s