Meraih Sukses seperti Menjalankan Marathon dalam Prosesnya

passsion sukses

Hari ini mendapat inspirasi lagi dari startup bisnis, yaitu suatu hal yang menambah mindset positif saya. Yaitu bagaimana menjalani proses menuju kesuksesan seperti berlari marathon, bukan seperti sprint. Dalam isi artikel tersebut menggambarkan bagaimana proses yang dibarengi dengan tekad kuat dan mampu menjalanknya seperti lari marathon. Siapapun orang tahu bahwa lari marthon bukan mengandalkan “kecepatan” tetapi “daya tahan” untuk terus berlari di lintasan yang panjang.

Sukses Bukan Tentang Bakat dan Kecerdasan, Tetapi Passion dan Menjalankannya Marahton Dalam Jangka Panjang” adalah judul artikel tersebut

Artikel itu mengingatkan saya bagaimana menjalani hidup, kenyataan dengan IQ standar dan kecerdasan biasa-biasa saja bukan kategori siswa yang pintar, bahkan di kampus termasuk mahasiswa yang bodoh dengan IPK dua koma enam. Saya sendiri masih jauh dari kesuksesan, tapi mindset sukses itu selalu ada.

Saya percaya bahwa sukses itu bukan hanya dinilai dari harta dan kekayaan, tapi sukses adalah pencapaian dari harapan seseorang. Sukses itu adalah suatu harapan dan impian yang harus diraih dengan proses perjuangan. Karena itulah saya sendiri sudah sering mendapat kesuksesan meskipun terlalu sederhana.

“Hargailah setiap kesuksesan kecil tersebut ketika kita telah menjalani proses perjuangannya”

Banyak orang sadar bahwa proses meraih kesuksesan itulah yang lebih baik daripada hasilnya, meskipun hasilnya gagal atau berhasil, karena setiap orang yang memahami sebuah proses dia akan banyak belajar, mempunyai pengalaman, dan mempunyai daya tahan.

Saya mendapat pelajaran bahwa seberapa tangguh tekad saya terus menjalankan passion untuk meraih kesuksesan. Tanpa terlalu peduli melihat mereka yang lebih cepat mencapai kesuksesannya karena bisa berlari sprint. Orang-orang cerdas dan ber IQ tinggi memang cenderung akan lebih mudah menyelesaikan studi dan mendapat pekerjaan.

“Grit adalah passion and perseverance for very long term goal

Grit is having stamina

Grit is sticking with your future, day in, day out, not weeks, not months but years, and working very hard to make that future a reality

Grit is living life like it’s a marathon, not a sprint”

“Apapun langkah Anda di masa depan nanti, bukan tingkat IQ atau IPK sempurna yang menjadikanmu sukses. Tapi sesuatu yang disebut ‘Grit’. Sebuah tekad yang dilakukan dalam jangka panjang,” ujarnya dalam TED Talks.

Untuk itu, kesuksesan tidak dijamin dari intelijensi otak, bukan juga penampilan fisik yang menarik, tapi tumbuh dari kualitas diri yang berjuang, bersedia pantang menyerah hingga tak pernah mengenal kata usai dalam meraih impiannya. Kombinasi dari itu semua disebut ‘grit’ atau tekad.

Grit atau tekad bisa dibangun dengan membentuk pola pikir. Mengapa bukan bakat dan intelijensi? Karena tidak selamanya bakat dan intelijensi bisa membuat seseorang memiliki tekad. Bahkan, bisa sebaliknya.

“Cara terbaik untuk membangun dan memelihara tekad adalah dengan membentuk pola pikir. Kita perlu mengumpulkan ide-ide terbaik dan intuisi terkuat yang kita punyai dan mengujinya dengan tantangan. Saat itu kita tahu, apakah kita cukup tangguh untuk berhasil, bersedia gagal, menjadi salah dan bangkit lagi bersama apa yang sudah kita pelajari atas itu semua. Memandang jika kegagalan bukanlah hal yang permanen, maka itu, ketika gagal, kita harusnya lebih tekun dan gigih,”

sumber inspirasi tulisan dan gambar startupbisnis.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s