Nikah Muda itu Rugi..!!

nikah-muda

Selama ini saya lebih sering ngerasa ga sepaham dengan nikah usia muda, tapi juga tidak menolak atau melarang karena itu juga bukan suatu hal yang salah. Setiap orang akan berbeda-beda menyikapinya berdasar faktor dan kemungkinan yang terjadi. Ini berdasar pandangan saya tentang nikah di usia muda itu lebih banyak ruginya, atau lebih banyak negatifnya daripada positfnya. Anda boleh setuju atau tidak dengan tulisan ini, sebaiknya dibaca sampai akhir.

Fenomena banyak buku khusunya buku Islami dengan tema “indahnya nikah muda dan pacaran setelah menikah”. Saya ga setuju dengan buku tersebut, meskipun tahu isinya memang bertujuan baik, menghindarkan generasi muda dari pergaulan bebas dan menunjukan kepada mereka kepada cara yang halal.  Tidak bisa dipungkiri lagi pergaulan bebas sekarang ini sudah sangat marak, kemaksiatan dimana-mana, dan semakin banyak remaja yang berhubungan seks sebelum menikah.  Saya ga akan banyak membahas fenomena tersebut, kembali pada tema “nikah di usia muda itu rugi”

Ukuran nikah usia muda itu antara usia 18 sd 24 bagi laki-laki dan usia 17 sd 22 bagi perempuan, kalo yang nikah usia dibawah itu kemungkinan besar pernikahannya tidak wajar.

3 Kemungkinan nikah di usia muda

1. Hamil di luar nikah
Ini yang paling sering terjadi di negara kita, 90% kejadian married by accident sebutannya saja sudah negatif banget “nikah karena kecelakaan” ga perlu banyak dibahas, ga ada benarnya baik dimata manusia dan di mata Tuhan.

2. Takut kehilangan si dia
Karena takut keduluan dilamar orang lain biasanya si laki-laki buru-buru melamar si wanita tanpa mempedulikan usianya dan keadaan. Apalagi jika si wanita juga membujuk karena keduanya sudah benar-benar saling cinta. Untuk hal ini ada segi baiknya. Si pria benar-benar serius cinta dan berani melamar untuk menikah, kerana banyak pria yang hanya suka pacaran tapi ga berani menikahi. Tapi masalahnya jika si laki-laki masih terlalu muda belum dewasa, standar kesejahteraan pun bulum jelas. Bukankah itu justru mereka terlalu egois mengorbankan anaknya nanti di kehidupan rumah tangga yang belum dewasa?

3. Bertujuan mendapatkan yang halal dan bernilai ibadah
Iya benar memang menjadi halal dan nikah itu adalah ibadah, tapi mereka masih usia muda yang menurutku belum saatnya nikah dulu, meskipun sudah mampu secara mental dan financial sekalipun. Jangan sampai nikah usia muda dengan alasan halal dan ibadah, padahal aslinya karena didominasi nafsu segera bisa berhubungan intim. Karena nikah bukan perkara bisa halal berhubungan seks saja.

Jangan bilang nikah dan jodoh itu takdir Tuhan, bagaimana dengan poin nomor 1, apakah itu juga takdir Tuhan?

Beberapa poin dibawah ini tentang “nikah”

“Nikah itu hampir bisa dilakukan semua orang hanya berbeda waktu dan kapan mereka menikah”

“Setelah menikah dalam kehidupan pasangan itu hampir sama pada semua orang , menjadi harus saling melengkapi, punya anak, si pria menafkahi, si istri melayani”

“akan kehilangan masa muda apabila seseorang sudah menikah, karena mereka akan berganti fase hidup di tahap yang lebih tinggi yaitu kehidupan berkeluarga”

Jadi letak ruginya jelas berada di poin 3 “akan banyak kehilangan masa muda” karena memang “masa muda” itu sudah berganti ke masa hidup berkeluarga. Padahal usia muda masa remaja itu masa yang sanggat semangat dalam hidup manusia untuk beraktifitas, menjalin interaksi sosial dengan teman, masa bermain, masa-masa kuliah, semangat berkarya dan bekerja, bebas menyiapkan dan menentukan arah untuk mengejar mimpi.

Ruginya jika nikah di usia muda

  • Akan banyak kehilangan waktu menjalin interkasi dengan teman-teman, jangankan bermain dengan teman, komunikasi saja pasti renggang karena sudah dituntut untuk pasangannya. Parah jika seandainya sudah menikah tapi masih suka main-main dan kurang peduli terhadap pasanganya.
  • Jika masih dalam masa kuliah pasti fokus belajar akan terpecah. Sudah pasti selalu ada dalam pikiran tentang keluarganya, tentang pasangannya, bahkan hubungan dengan mertua sering menambah beban pikiran. Mungkin pasangan bisa mensupport secara mental supaya lebih semangat kuliah, tapi kenyataan tetap menambah beban pikiran.
  • Mengejar mimpi dan keinginan sudah harus berdua, ga bisa lagi bebas seenaknya menentukan arah dan pilihan masa depan. Apakah itu pekerjaan, bisnis, tempat tinggal dsb biasanya pasangan pasti harus terlibat, tambah lagi kalo mertua ikut-ikut melibatkan diri.
  • Masa muda adalah masa mengembangkan diri meraih prestasi, menikmati hobi dan menemukan kemana arah yang sesuai dengan passion dan jati diri. Jika sudah menikah biasanya idealisme itu akan luntur berganti dengan realisme bagaimana bisa membawa kehidupan keluarga yang sejahtera, sehingga menjadi orientasi kerja, yang mana yang bisa mudah menghasilkan banyak uang itu yang terpaksa dipilih.
  • Apalagi jika sudah punya anak, tentu banyak hal yang menyita waktu sehingga banyak hal sudah pasti tidak bisa dikerjakan.

PASTI RUGI jika melakukan semua itu tidak sanggup IKLAS menjalani, karena semua itu bisa menjadi bernilai ibadah jika bisa iklas dan bahagia dalam menjalaninya. Lain halnya jika nikah ketika sudah tepat pada usianya, sudah lengkap pernah menikmati asam manis, suka-duka, polah tingkah sebagai anak muda, seharusnya selanjutnya sudah siap dan iklas menyongsong kehidupan berkeluarga yang lebih berkelas!!

Saya tidak mengatakan “lebih baik pacaran daripada nikah muda” karena pacaran itu dosa dan banyak negatifnya. Jadi apa boleh buat, lebih baik nikah muda daripada sudah ga kuat nahan nafsu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s